Melihat fotografi sudah semakin eksis dan mewabah di kalangan pemuda, maka sudah saatnya kita tidak hanya sembarang menjepret tapi harus punya sense of belonging dengan objectatau model yang akan kita foto, supaya hasil yang kita dapatkan betul-betul maksimal.Here is the tips:
“Tak kenal maka tak sayang” demikian pepatah yang juga berlaku dalam setiap pemotretan model. Selain mencoba berkomunikasi untuk mengenal secara singkat dengan model, seorang fotografer wajib pula menguasai teknik dasar dalam menata gaya atau pose yang tepat bagi si model agar sesuai dengan konsep pemotretan yang kita inginkan.
Pose dalam pemotretan model secara umum dapat dibagi menjadi:
1. Pose berdasarkan arah tubuh:
- Wajah, sebelum melakukan pemotretan, kenali bentuk wajah si model. Bentuk wajah akan menentukan dari sisi mana si model terlihat lebih menarik, untuk kemudian menentukan: Arah lurus terhadap kamera, Arah 45o menentukan main-light, Arah menyamping mengikuti main-light
- Dagu (chin) merupakan salah satu elemen penting dari wajah selain bibir, mata, hidung dan telinga. Berdasarkan ketiga arah dan posisi si model maka pose dagu dapat diarahkan: Lurus, Keatas, Kebawah.
- Tangan, posisi tangan dapat diatur peletakannyasecara bervariasi pada berbagai bagian tubuh, sbb: Tangan di pinggang: depan/ belakang, Tangan di bahu, Tangan di silang di depan dada, Tangan memegang tangan lainnya. Supaya lebih menarik lagi, jari si model juga harus ditata, misalnya: Jari lurus seperti biasanya, akan tetapi posisinya juga di atur arahnya atau Jari dilentikkan, serta Jari agak direnggangkan dengan sudut (angle) yang baik pastinya akan menciptakan foto yang baik pula.
- Bahu, juga memiliki peran penting untuk memberikan kesan tertentu bagi si model. Beberapa pose yang berkaitan dengan bahu: Tubuh dimiringkan ke arah kiri/ kanan (PosePose bahu si model disesuaikan dengan pose arah wajah, dengan maksud agar karakter dan mood si model dapat terbentuk. bahu sejajar, Bahu kanan diturunkan/dinaikkan).
- Kaki, pada dasarnya pose kaki lebih ditujukan agar si model terkesan anggun untuk wanita atau gagah untuk pria, serta berkesan dinamis. Aturlah Kaki agak terbuka, Salah satu kaki diposisikan agak kedepan/ kebelakang/ kesamping, Salah satu kaki agak ditekuk dengan pose setengah diangkat dan bertumpu pada ujung jari kiri (pointy).
2. Pose berdasarkan ekspresi si model:
- Ekspresi sexy, Model akan terlihat sexy bila: Bibir agak terbuka, Mata agak dipicing, Dagu lurus, kebawah atau keatas.
- Ekspresi sweet, Model akan terlihat sweet bila: Tersenyum, Mata Berbinar, digabung dengan pengarahan Dagu.
- Ekspresi cool, Model akan terlihat cool bila: Bibir agak terbuka/tertutup, Mata memandang biasa, digabungkan dengan perngarahan dagu.
- Ekspresi Ceria, Model akan terlihat ceria bila: Tertawa, Mata berbinar, digabungkan dengan pengarahan dagu.
3. Pose berdasarkan kesan dari foto yang dihasilkan:
- Pose Statis (diam), Kesan dari pose ini akan terlihat di saat model sedang: Berdiri (bersandar pada tembok, dsb), Duduk (pada kursi, tangga, lantai, dsb)
- Pose Dinamis (gerak), Pose dinamis bertujuan agar foto yang dihasilkan memberikan kesan model sedang melangkah, melompat, berlari, dsb. Dikarenakan teknik yang digunakan ialah freeze maka pose badan, bahu, tangan, dan kaki harus ditata terlebih dahulu, diawali dengan gerakan-gerakan kecil agar kesan dinamis sebagai momen puncak dapat tercipta.
Komposisi dan Angle
Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto, sedangkan Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar. Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.
1. BACKGROUND
Ketika membidik subyek, perhatikan background alias latar belakangnya. Latar yang mendukung tentunya akan semakin memperindah subyek yang biasa-biasa saja. Sebaliknya, pemilihan latar belakang yang tidak bagus bisa merusak subyek yang indah.
2. SIMPEL
Komposisi terkuat adalah yang pesannya bisa sampai dengan cepat. Potretlah blok-blok bangunan yang membentuk garis dan bentuk. Biasa subyeknya, luar biasa hasilnya.
3. MEMPRIBADI
Apa sih yang membuat anda tertarik pada suatu subyek tingginya bangunan, pola-pla yang ada di ladang, bentuk bunga? Munculkan di hasil foto sehingga mencerminkan gaya anda.
4. HATI-HATI DENGAN CROPING
Saat memotret orang, hindari pemotongan di lutut atau mata kaki.
5. PIKIRKAN ANGKA
Angka gasal biasanya secara visual cenderung lebih menarik ketimbang angka genap. Segitiga, misalnya, terlihat lebih dinamis dibanding bentuk bujur sangkar atau persegi panjang. Tiga memang angka “ajaib”..
6. SEMANGAT DIRI
Katakan pada diri sendiri bahwa anda akan menghasilkan karya foto terbaik hari ini. Ini penting, karena setidaknya bisa menyemangati anda sendiri untuk berusaha lebih baik.
7. BELAJAR DARI PAKAR
Pada ini, kami telah memberi sejumlah masukan bermanfaat dari tiga pakar di bidangnya. Cobalah anda amati komposisi di karya-karya mereka, dan perhatikan elemen-elemen yang membentuknya.
8. HINDARI KLISE
Jangan puas hanya meniru foto lain yang pernah anda lihat. Cobalah pikirkan tentang penggunaan lensa, pengaturan dan sudut pandang yang berbeda. Jangan takut bila harus bertiarap diatas lumpur atau pasir. Bertekatlah untuk menciptakan sesuatu yang lebih artistik dari yang pernah anda buat tahun lalu.
9. POTRET SEBANYAKNYA
Hasil jepretan pertama memang jarang bila langsung menjadi yang terbaik. Jangan takut untuk memotret sebanyak-banyaknya, karena toh sekarang anda tak akan menghabiskan film. Gali terus ide-ide anda untuk meningkatkan kualitas karya.
10. TERUS TENTENG KAMERA
Semakin banyak andamemotret semakin kuat pula kesadaran komposisi anda. Lalu, ketika ada momentum penting muncul, anda bisa dengan cepat memotretnya dengan hasil komposisi yang jempolan.
Sumber: Berguru dari Klub Fotografer Salatiga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar