Minggu, 01 November 2009

Drama Natal Permata GBKP BOGOR 2009

HARTA YANG TERINDAH



Sutradara : “Theo Aminta Gafirat Sembiring” a.k.a “Gafirat Means Theo
Ide Awal : Diberkati untuk memberkati.
Ide Cerita : Kisah sekumpulan orang yang menghiasi panggung kehidupan dan penuh dengan berbagai macam konflik dan permasalahan, tetapi hanya ada beberapa orang saja yang rindu untuk menjadi berkat bagi orang yang kesusahan.

PENOKOHAN
Pak Anton -> seorang pengusaha sukses, tetapi hidupnya penuh dengan kekhawatiran.
Bu Anton -> Istri dari Pak Anton yang suka berfoya-foya.
Andi -> Adik Bu Anton, seorang mahasiswa yang hobi dugem dan tidak begitu suka berurusan dengan masalah.
Om Leo -> Pemilik warteg yang sangat senang memberkati orang-orang yang hidupnya serba kekurangan.
Tante Leo -> Istri Om Leo yang memiliki sifat yang sama dengan suaminya.
Pak Jambul -> Pengusaha yang selalu saja bersungut-sungut.
Kardiman -> Tukang bakso yang hidupnya telah dipulihkan berkat kesaksian Tante Leo.
Marlena -> Bencong yang sering mangkal di jalanan. Suka mampir ke warung Tante Leo.

ADEGAN 1
Setting : Rumah Pak Anton

--------------- Malam itu, diruang tamu terlihat Bu Anton yang sedang menunggu suaminya. Tak lama kemudian masuklah Andi. ---------------

Bu Anton : Huh, lama sekali dia pulang.
Andi : Kak, Kakak sedang menunggu siapa?
Bu Anton : Biasa, kakak iparmu itu.
Andi : Loh, kok??
Bu Anton : Ya jelaslah. Aku sudah bilang kalau hari nie ia jangan pulang terlalu malam. Aku mau pergi shopping bareng ibu-ibu PKK. Tetapi kau lihat sendiri, lama aku menunggu, eh dia belum datang juga.
Andi : Hehe.. Aku tau.. Mungkin..
Bu Anton : Mungkin apa? Cepat katakan !
Andi : Eit, nanti dulu. Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang gratis kak, apalagi informasi yang sangat penting.
Bu Anton : Anak ini, setiap hari kerjanya cuma duit.. duit.. melulu. Nih.. (ngasih uang 100rb :D)
Andi : Nah, gitu donk. Mungkin saat ini dia lagi asik. Ya… Meeting ama rekan kerjanya…
Bu Anton : Apa? Meeting sampai jam sepuluh malam begini? Non Sense..
Andi : Hehe.. Meeting yang satu nie bisa makan waktu lama kak. Tempatnya juga spesial, bisa di hotel, atau juga di rerumputan. Hihihi…
Bu Anton : Apa seyh maksudmu? Jangan bikin aku tambah pusink. [mimik MARAH]
Andi : Meeting kak.. Meeting.. Mijit yang penting-penting. Bareng rekan kerjanya alias sekretarisnya, yang macan boo.. Manis n Chantiq. Dapat kakak bayangkan bukan serunya kerja sama yang mereka lakukan..
Bu Anton : Stop, jangan kau katakan lagi. Kurang ajar, dasar tua bangka. Awas kalau dia pulang nanti.
Andi : Sabar kak. Ingat, saat ini Kakak sedang mengandung.
Bu Anton : Diam kau!! Jangan sok ngajarin aku.

--------------- Lalu, pulanglah Pak Anton ---------------

Pak Anton : Oh, sudah siap rupanya. Sorry aku.. agak telat. Biasa, habis meeting.
Andi : Benarkan apa yang kukatakan kak..?
Bu Anton : Dasar bandot tua. [menjewer kuping Pak Anton]. Sudah punya satu mau nambah lage.
Pak Anton : Hei.. Ada apa ini…
Bu Anton : Bau ini.. [mengendus-endus baju Pak Anton] ini… cepat katakan ini parfum siapa, pasti kamu habis kencan dengan wanita lain bukan? Ayo ngaku..
Pak Anton : Ampun.. Kenapa jadi ginie.. Kau terlalu curiga, biar kujelaskan. Tadi aku habis makan malam dengan tamu wanita dari Perancis. Dan, seperti yang kau ketahui, adalah suatu kebiasaan bagi mereka untuk memeluk orang yang mereka jumpai. Sebagai tanda perkenalan.
Bu Anton : Bagus, ternyata cukup romantis juga kau. Hei, bandot tua. Bini sendiri engga lu peluk, eh orang lain lu peluk-peluk..
Pak Anton : Huh, susah sekali ngomong dengan nenek gerondong ini. Biar kau saja yang menjelaskan..
Andi : Baik, kak. Tapi.. Hehe.. Jangan lupa pelicinnya..
Pak Anton : Huh, dasar. Kakak dan Adik sama saja. Nih,, [membuka dompet lalu mengeluarkan uang 100rban dan memberikannya kepada Andi].
Andi : Hehe.. Thanks.. [mendekati kakaknya]. Sudahlah kak, toh tidak ada salahnya percaya sama ucapan kakak ipar. Bukankah antara suami dan istri perlu saling mempercayai bukan. Kalau tidak, apa jadinya kehidupan mereka nanti.
Bu Anton : Anak kecil, diam! Jangan ikut campur urusan orang tua.
Andi : Hhm, kalau begini, mendingan aku pergi dulu. Kaga mau ikut campur achk.
Pak Anton : Hei.. Kau mau pergi kemana?
Andi : Dugem kak, hepi-hepi..
Pak Anton : Ide bagus tuh, aku ikut.. Stress, tiap hari ketemu ama singa betina ini.
Bu Anton : Apa kau bilang? [marah]
Pak Anton : Kaburrrr. Ndi, ntar aku tunggu di warung ya..
Andi : Beres kak. Aku siapin mobil dulu ya. [buru2 pergi mereka]
Pak Anton : Beres. [Pergi]
Bu Anton : Hei.. Hei.. Jangan lari kalian.. [mengejar Pak Anton dan Andi].

LAYAR HITAM

ADEGAN 2
Setting : Warung Tante Leo

------ Malam itu adalah malam Natal. Suasana di warung Tante Leo penuh dengan kehangatan. ------

Kadiman : Saat ini benar-benar luar biasa ya Tante.
Tante Leo : Memangnya kenapa Kardiman?
Kardiman : Iya, saya merasa. Damai saat mendengar lagu-lagu Natal.
Tante Leo : Baguslah dan ingat, saat ini juga merupakan saat yang tepat untuk mengasihi sesama, karena Dia datang bukan untuk dikasihi, melainkan untuk mengasihi yang terhilang.
Kardiman : Like this Tan..

------ Dan dari kejauhan tampaklah Pak Anton sedang berjalan menuju warung itu. ------

Tante Leo : Eh, man. Bukankah itu Pak Anton??
Kardiman : Benar, itu adalah Pak Anton, tapi kelihatannya dia sangat tergesa-gesa.
Tante Leo : Pak.. Pak Anton.. [berteriak]
Pak Anton : Oh, tante.. Sorry nih, saya buru-buru. Soalnya saya lage nungguin orang..
Tante Leo : Siapa orang yang bapak tunggu itu?
Pak Anton : Oh, Andi. Dial age saya suruh ambil mobil. Oh ya, ngomong-ngomong Pak Jambul sering kemari gag, tante??
Tante Leo : Tadi sih dia kemari, lalu pergi lagi. Memangnya ada apa Pak?
Pak Anton : Ah tidak, saya rencananya akan kerja sama bareng dia untuk proyek Natal ini.
Tante Leo : Loh, bukankah besok hari Natal? Seharusnya bapak bergembira bersama keluarga di rumah.
Pak Anton : Haha,, Anda pasti bercanda, mana ada waktu bagi saya untuk bersantai barang sejenak.
Tante Leo : Wah, anda pasti sibuk sekali ya.
Pak Anton : Yah, begitulah..

------ Sewaktu mereka sedang bercakap-cakap, Marlena pun mulai mengamen.------

Marlena : Permisi Om, izinkan saya menyumbangkan sebagian suara saya untuk menghibur hati Om-om dan Tante yang sedang frustasi dan putus asa.. atau bahkan putus cinta.. [mulai menyanyi]
Pak Anton : Hei, kau.. Kalau mau nyanyi jangan disini, cari tempat yang jauh..
Marlena : Ih si Om, jangan jauh-jauh, ntar nyasar baru tahu rasa. Mendingan sini dekat dengan Marlena, biar terlena selamanya. Sini yuk, om..
Pak Anton : Astaga, mimpi apa semalam.. Ketemu dengan orang utan..
Marlena : Apa? Beraninya si om, bilang eke kaya orang utan. Eh dengar ya, manusia purba. Biar eke jelek, tapi manis tau. Iya kan, tante?
Tante Leo : Betul, kau manis dihadapanNya.
Marlena : Benarkah itu?
Tante Leo : Itu benar. Karna Dia lahir bukan bagi orang yang benar, melainkan bagi mereka yang terhilang.
Pak Anton : Ah sudahlah. Saya sibuk, tidak ada waktu untuk mendengarkan khotbah.
Kardiman : Loh bukannya ada pepatah bilang, “Lebih baik satu hari di dalam baitNya daripada seribu hari di tempat lain.”
Pak Anton : Bagiku, lebih baik selamanya di tempat kerjaku. Banyak uang yang mengalir ke kantongku, hati pun terasa damai, daripada berlama-lama mendengar khotbah yang tak tentu arahnya.
Tante Leo : Terserah bapaklah, saya hanya mengingatkan. Janganlah mengumpulkan harta di dunia, karena rayap dan karat dapat merusaknya, serta pencuri dapat mencurinya, tetapi kumpulkanlah sebanyak-banyaknya harta di Sorga.
Pak Anton : Ya, saya mengerti. Sudah bosan telinga saya mendengar hal itu. Huh lama sekali, mana dia. Apa lu liat-liat? [marah-marah kepaad Marlena].
Marlena : Ih si ommm,, Pusssssiinnggg eke. Bolehnya si om marah-marah. Kaya lage kebakaran jenggot. Eh om, eke kasih tau, mata eke ini punya eke. So teserah eke mau liat siapa. Mau liat itu atau ini. Eh tante, Marlena cabut dulu ya. Di sini seram, ada manusia purba setengah siluman. Hiiiii.. [pergi]
Pak Anton : Apa? Dasar wanita jadi-jadian..
Tante Leo : Sudahlah, pak. Bagaimanapun, dia adalah ciptaan yang indah, sama seperti bapak juga.
Pak Anton : Enak saja, saya ini manusia yang sempurna berbeda dengan dia. Sudah, engga ada untungnya ngomongin dia.

------ Lalu masuklah Om Leo.------

Tante Leo : Gimana kebaktiannya Pak??
Om Leo : Luar biasa, hatiku terasa damai saat mendengar berita sukacita itu. Sayang sekali kau tak ikut ya..
Tante Leo : Terpaksa, karena tidak ada seorangpun yang menjaga warung ini jika aku pergi.
Kardiman : Eh Om, bisa ngga om certain yang om dengar tadi?
Om Leo : Boleh.. Begini ceritanya.. [Om Leo mulai bercerita].

------ HENING SEJENAK, chui ------

Backsound : Lagu-lagu Natal
Om Leo : Begitulah, jadi saat itu banyak yang datang sujud menyembah bayi Yesus, termasuk tiga orang majus itu. Mereka mempersembahkan mas, kemenyan dan mur bagi bayi Yesus..
Pak Anton : Omong kosong. Mana mungkin mereka mau memberikan harta mereka secara cuma-cuma tanpa imbalan sedikit pun.
Tante Leo : Mereka melakukan itu karena mereka telah menemukan harta yang terindah, yang tiada duanya, Bapak tahu apa itu?
Pak Anton : Saya tidak tahu.
Om Leo : Bayi Yesus adalah hadiah terindah dari yang pernah ada.
Tante Leo : Seorang anak tlah lahir bagi kita, seorang putra diberikan, lambing pemerintahan ada di atas bahuNya, dan namanya akan disebut orang penasihat ajaib, Allah yang perkasa, bapa yang kekal raja damai. Dialah Yesus Kristus. Tuhan dan Juruslamat dunia.
Backsound : Lagu Natal O Holy Night kyaknya ngepas ya???
Pak Anton : Tante benar, selama ini saya telah salah jalan dan hilang arah dan tujuan. Saya hidup hanya bagi uang dan uang. Tiada hal lain di pikiran saya. Tante, apakah masih ada kesempatan bagi saya untuk menerima hadiah terindah itu?
Tante Leo : Tentu saja, pasti selalu ada kesematan. Bukalah pintu hati bapak lebar-lebar dan terimalah hadiah Natal terindah dalam hidup Bapak, Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat dunia ini.
Backsound : Lagu Mary’s Boy Child…. Gmn??
Pak Anton : Oh, hatiku. Aku merasakan ada damai dan ketenangan yang tidak pernah kurasakan selama ini. Terima kasih tante.
Kardiman : Tante, saya mau.. Bisakah saya juga memperoleh hadiah natal itu?
Tante Leo : Tentu bisa, hadiah itu akan diberikan kepada semua orang yan ghaus akan Dia.
Om Leo : Kalian telah menerima hadiah terindah itu, tetapi ingat. Bagikanlah itu kepada yang lain juga, Karen akalian telah diberkati. Jadi, sebagai gantinya kalian pun harus memberkati orang lain juga.
Pak Anton : Saya mengerti sekarang. Hadiah ini akan saya bagikan kepada semua orangm termasuk istri saya dan andi.

------ Lalu, masuklah Pak Jambul ------

Pak Jambul : Sorry Pak Anton, saya telat.
Pak Anton : Tidak apa-apa, saya justru senang anda terlambat.
Pak Jambul : Loh, memangnya kenapa pak?
Pak Anton : Panajng ceritanya. Yang pasti hati saya merasa sukacita setelah mendengar cerita om Leo.
Pak Jambul : Loh, memangnya anda mendengar apa?
Pak Anton : Tentang sebuah kisah, di mana ada seseorang yang menjual seluruh hartanya hanya untuk membeli sebuah ladang.
Pak Jambul : Loh, kok begitu?
Pak Anton : Ya, karena di ladang itu terpendam sbuah harta yang sangat indah dan mahal harganya, Seandainya Pak Jambul jadi orang itu, apa yang akan bapak lakukan?
Pak Jambul : Tentu saja saya akan membeli ladang itu, dan jangan sampai keduluan sama orang lain.
Pak Anton : Tentu saja,.
Pak Jambul : Sebenarnya, anda ingin berbicara apa sih, saya tidak mengerti.
Pak Anton : Nanti saja saya ceritakan, sekarang saya mau pulang dulu. Mari..
Pak Jambul : Loh, kok…
Pak Anton : Iya soalnya saya mau minta maaf sama istri saya.
Pak Jambul : [bingung] Ba… baiklah,, Saya juga mau pergi.
Om Leo : Loh, Pak Jambul mau ke mana? Baru sampai kok sudah mau pergi lagi.
Pak Jambul : Iya nie. Saya mau menjemput keponakan dari kampung.
Pak Anton : Om, Tante. Kami permisi dulu ya. Yukk.. Kardiman,.
Om Leo : Mari, hati-hati di jalan ya..

------ Dan, mereka pun keluar ------

Tante Leo : Natal tahun ini sungguh berbeda ya pak? Dan, aku bersyukur pada hari ini ada domba yang telah ditemukan kembali setelah sekian lama hilang.
Om Leo : Kau betul. Oh ya, bagaimana kalau kau ikut makan malam bersama kami.
Kardiman : Baiklah.

------ Tiba-tiba Andi masuk mencari kakaknya ------

Andi : Om, tante, lihat kakak ipar saya tidak? Itu loh Pak Anton.
Om Leo : Oh, dia baru saja pulang.
Andi : Pulang? Bukankah dia tadi mau pergi. Bingung aku.
Om Leo : Sudahlah ndi, bagaimana kalau kau ikut kami makan-makan?
Andi : [Diam tanpa suara, lalu ikut dengan Om Leo]

------ Finally, mereka pun masuuk ke dalam rumah tante si theo :) ------

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar