Jumat, 30 Oktober 2009

:: Eat, Pray, Love ::

DIANGKAT DARI BUKU: Eat, Pray, Love
PPENGARANG: ELIZABETH GILBERT

DIFILMKAN dengan,
SUTRADRA: Ryan Murphy
PRODUSER: Brad Pitt, Dede Gardner
PENULIS NASKAH:Ryan Murphy, Jennifer Salt
PEMAIN: Julia Roberts (Elizabeth Gilbert), Javier Bardem (Felipe), Richard Jenkins (Richard), Viola Davis (Delia)

Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal sebagai Pulau Dewata yang saat ini digunakan sebagai lokasi shooting film Eat, Pray, Love.

Film ini berdasarkan kisah nyata Elizabeth Gilbert, seorang jurnalis perempuan yang resah mencari makna kehidupan. Gilbert yang ambisius justru menjadi panik, sedih, dan bimbang menghadapi kehidupannya. Gilbert merasakan pedihnya perceraian, depresi, kegagalan cinta, dan kehilangan pegangan dalam hidupnya. Untuk memulihkan dirinya, Gilbert pun mengambil langkah yang cukup ekstrem. Dia meninggalkan pekerjaan dan orang-orang yang dikasihinya untuk melakukan petualangan seorang diri berkeliling dunia. Berlandaskan pada Makan, doa, dan cinta menjadi catatan kejadian di bulan-bulan pencarian jati dirinya.

Gilbert menjatuhkan pilihannya pada 3 tujuan negara. Italia menjadi trip pertama yang dipilihnya. Di negeri nan elok ini, Gilbert mempelajari seni menikmati hidup dan bahasa Italia. Ia juga mengumbar nafsu makannya dengan menyantap aneka masakan Italia yang menggiurkan. Setelah beberapa waktu disana, Gilbert pun bertolak haluan ke negara india. Di negeri ini dia mempelajari seni devosi atau penyerahan diri di sebuah Ashram atau padepokan Hindu. Ia menghabiskan waktu empat bulan untuk mengeksplorasi sisi spiritualnya. Lalu sampailah pada tujuan akhirnya, yaitu Pulau Dewata. Di Pulau Dewata inilah wanita matang ini menemukan tujuan hidupnya, yakni kehidupan yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan ketenangan batin.

Pertemuannya dengan Ketut Liyer sungguh mengubah banyak hal dalam kehidupannya. Liyer menggunakan tempat bale gedong, salah satu dari lima bangunan permanen di sekitar kompleks tempat tinggal Liyer. Di sana terdapat banten pejati (sesajen) dan bajra, yang merupakan sarana pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Di bale gedong juga disimpan berbagai lontar yang oleh Liyer dijadikan media meramal. Di bale gedong itu pula Elizabeth Gilbert pernah diramal Liyer dan diajari ilmu kebatinan, lima tahun lalu. Pengalaman ini lantas diabadikan Gilbert ke dalam novelnya: Eat, Pray, Love yang kemudian difilmkan, dan mengambil lokasi syuting di Bali. Gilbert pun menjadi murid Ketut Liyer seorang pelukis dan peramal lewat bacaan garis tangan yang membuatnya menemukan jati dirinya.

nb: Seru banget tue pastinya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar